Showing posts with label PERANGKAT PEMBELAJARAN. Show all posts
Showing posts with label PERANGKAT PEMBELAJARAN. Show all posts

DOWNLOAD MEDIA PEMBELAJARAN SKI PPT KELAS 8 MTs/SMP

    Media pembelajaran bisa dalam bentuk bermacam-macam, misalnya gambar-gambar, peta, adio, video dan lain-lain. Namun yang lebih simpel dan dapat diisi baik audio, gambar maupun video adalah Powerpoint.

A. Pengertian PowerPoint

    Microsoft PowerPoint merupakan sebuah program aplikasi pada Microsoft Office yang digunakan untuk melakukan presentasi dalam bentuk slide, baik dalam presentasi sederhana maupun presentasi kompleks.

    PowerPoint banyak digunakan oleh pebisnis, guru, mahasiswa dan pelajar karena penggunaannya yang tidak rumit serta banyak desain atau template yang akan membuat tampilan presentasi menjadi lebih menarik.

B. Fungsi dan manfaat PowerPoint

    PowerPoint memiliki fungsi sebagai berikut :
1.  Membuat dan mengatur berbagai slide
2.  Membuat presentasi dalam bentuk menarik karena didukung tampilan template, animasi, video, audio, gambar bahkan gambar 3D
3.  Memudahkan dalam presentasi

C. Manfaat PowerPoint :
1.     Untuk memudahkan presentator mempresentasikan informasi yang akan disampaikan kepada audiens agar jelas dan mudah dipahami.
2.     Agar presentasi yang akan disampaikan tersusun dengan rapi dari pembuka, inti dan penutup
3.     Materi yang disampaikan berisi point-point penting atau pokok sehingga lebih jelas dan mudah dipahami
4.     Menjadikan presentasi lebih menarik karena didukung gambar, video, audio dan template

D. Pemanfaatan PowerPoint sebagai media pembelajaran

     Sebagai guru media pembelajaran adalah bagian yang tidak terpisahkan karena media merupakan alat fisik yang digunakan untuk menyampaiakan isi materi pembelajaran. Selain itu media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan dan sarana komunikasi.



    Di dalam pembelajaran media berfungsi untuk menarik minat peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar dengan baik, karena melalui media pembelajaran dapat merangsang pola pembelajaran peserta didik sehingga tujuan  dari proses belajar mengajar dapat tercapai atau mencapai hasil yang diharapkan.

   Namun banyak media yang ada belum dimanfaatkan dengan maksimal seperti PowerPoint. Melalui PowerPoint guru dapat menampilkan video atau gambar yang dapat menunjang penyampaian materi atau bahan ajar

Silahkan download Media Pembelajaran PPT SKI di bawah ini:

Link Download Media Pembelajaran SKI kelas 8 MTs

DOWNLOAD SOAL SUMATIF AKHIR SEMESTER KELAS 5 SD KURIKULUM MERDEKA

   Link Download Soal SAS di bawah sendiri 

Asesmen Sumatif  

Penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajarandan/atau CP peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP).

Pada pendidikan anak usia dini, asesmen sumatif digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan peserta didik, bukan sebagai hasil evaluasi untuk penentuan kenaikan kelas atau kelulusan. Asesmen sumatif berbentuk laporan hasil belajar yang berisikan laporan pencapaian pembelajaran dan dapat ditambahkan dengan informasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Asesmen sumatif bagi PDBK digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan peserta didik dan bukan untuk menentukan kenaikan kelas atau kelulusan. Kenaikan kelas dan kelulusan PDBK mempertimbangkan usia kronologis. Bentuk laporan hasil belajar berisikan laporan pencapaian pembelajaran pada umumnya dengan dokumen penyerta yang menggambarkan karakteristik dan kebutuhan PDBK serta capaian yang telah diperoleh.



Fungsi asesmen sumatif

• alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasilbelajar peserta didik pada satu atau lebih tujuan pembelajaran di periode tertentu;

• mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan; dan

• menentukan kelanjutan proses belajar peserta didikdi kelas atau pada jenjang berikutnya.

Asesmen sumatif dapat dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada akhir satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan pembelajaran), pada akhir semester dan pada akhir fase. Khusus asesmen pada akhir semester, asesmen ini bersifat pilihan. Jika pendidik merasa masih memerlukan konfirmasi atau informasi tambahan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, maka dapat melakukan asesmen pada akhir semester.

Sebaliknya, jika pendidik merasa bahwa data hasil asesmen yang diperoleh selama 1 semester telah mencukupi, maka tidak perlu melakukan asesmen pada akhir semester. Hal yang perlu ditekankan, untuk asesmen sumatif, pendidik dapat menggunakan teknik dan instrumen yangberagam, tidak hanya berupa tes, namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, dan membuat portofolio).

Merencanakan Asesmen

Apabila pendidik menggunakan modul ajar yang disediakan, maka tidak perlu membuat perencanaan asesmen. Namun, bagi pendidik yang mengembangkan sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran dan/atau modul ajar, perlu merencanakan asesmen formatifyang akan digunakan.

• Rencana asesmen dimulai dengan perumusan tujuan asesmen. Tujuan ini tentu berkaitan erat dengan tujuan pembelajaran.

• Setelah tujuan asesmen dirumuskan, pendidik memilih dan/atau mengembangkan instrumen asesmen sesuai tujuan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih/mengembangkan instrumen, antara lain: karakteristik peserta didik, kesesuaian asesmen dengan rencana/ tujuan pembelajaran dan tujuan asesmen, kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik





Asesmen Sumatif  

Penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajarandan/atau CP peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP).

Pada pendidikan anak usia dini, asesmen sumatif digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan peserta didik, bukan sebagai hasil evaluasi untuk penentuan kenaikan kelas atau kelulusan. Asesmen sumatif berbentuk laporan hasil belajar yang berisikan laporan pencapaian pembelajaran dan dapat ditambahkan dengan informasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Asesmen sumatif bagi PDBK digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan peserta didik dan bukan untuk menentukan kenaikan kelas atau kelulusan. Kenaikan kelas dan kelulusan PDBK mempertimbangkan usia kronologis. Bentuk laporan hasil belajar berisikan laporan pencapaian pembelajaran pada umumnya dengan dokumen penyerta yang menggambarkan karakteristik dan kebutuhan PDBK serta capaian yang telah diperoleh.

Fungsi asesmen sumatif

• alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasilbelajar peserta didik pada satu atau lebih tujuan pembelajaran di periode tertentu;

• mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan; dan

• menentukan kelanjutan proses belajar peserta didikdi kelas atau pada jenjang berikutnya.

Asesmen sumatif dapat dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada akhir satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan pembelajaran), pada akhir semester dan pada akhir fase. Khusus asesmen pada akhir semester, asesmen ini bersifat pilihan. Jika pendidik merasa masih memerlukan konfirmasi atau informasi tambahan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, maka dapat melakukan asesmen pada akhir semester.

Sebaliknya, jika pendidik merasa bahwa data hasil asesmen yang diperoleh selama 1 semester telah mencukupi, maka tidak perlu melakukan asesmen pada akhir semester. Hal yang perlu ditekankan, untuk asesmen sumatif, pendidik dapat menggunakan teknik dan instrumen yangberagam, tidak hanya berupa tes, namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, dan membuat portofolio).

Merencanakan Asesmen

Apabila pendidik menggunakan modul ajar yang disediakan, maka tidak perlu membuat perencanaan asesmen. Namun, bagi pendidik yang mengembangkan sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran dan/atau modul ajar, perlu merencanakan asesmen formatifyang akan digunakan.

• Rencana asesmen dimulai dengan perumusan tujuan asesmen. Tujuan ini tentu berkaitan erat dengan tujuan pembelajaran.

• Setelah tujuan asesmen dirumuskan, pendidik memilih dan/atau mengembangkan instrumen asesmen sesuai tujuan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih/mengembangkan instrumen, antara lain: karakteristik peserta didik, kesesuaian asesmen dengan rencana/ tujuan pembelajaran dan tujuan asesmen, kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik

Silahkan download Soal SAS di bawah ini:

1. SOAL SAS B.INDONESIA 5

2. SOAL SAS B.INGGRIS 5

3. SOAL SAS PPKN 5

4. SOAL SAS IPAS 5

5. SOAL SAS MATEMATIKA 5

6. SOAL SAS PAI 5

Untuk Soal SAS yang lain silahkan klik link di  bawah ini:

Soal SAS Kls 1 SD MI

Soal SAS Kls 2 SD/MI

Soal SAS Kls 4 SD/MI

Soal SAS Kls 5 SD/MI

Soal SAS kls 7 SMP/MTs.

Soal SAS Kls 8 SMP/MTs

Soal SAS Kls 10 SMA/MA

Soal SAS kls 11 SMA/MA


SOAL SUMATIF AKHIR SEMESTER (SAS) PJOK KELAS 2 SD/MI

 Link Download Soal SAS di bawah sendiri 

Asesmen Sumatif  

Penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajarandan/atau CP peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP).

Pada pendidikan anak usia dini, asesmen sumatif digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan peserta didik, bukan sebagai hasil evaluasi untuk penentuan kenaikan kelas atau kelulusan. Asesmen sumatif berbentuk laporan hasil belajar yang berisikan laporan pencapaian pembelajaran dan dapat ditambahkan dengan informasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Asesmen sumatif bagi PDBK digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan peserta didik dan bukan untuk menentukan kenaikan kelas atau kelulusan. Kenaikan kelas dan kelulusan PDBK mempertimbangkan usia kronologis. Bentuk laporan hasil belajar berisikan laporan pencapaian pembelajaran pada umumnya dengan dokumen penyerta yang menggambarkan karakteristik dan kebutuhan PDBK serta capaian yang telah diperoleh.

Fungsi asesmen sumatif

• alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasilbelajar peserta didik pada satu atau lebih tujuan pembelajaran di periode tertentu;

• mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan; dan

• menentukan kelanjutan proses belajar peserta didikdi kelas atau pada jenjang berikutnya.

Asesmen sumatif dapat dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada akhir satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan pembelajaran), pada akhir semester dan pada akhir fase. Khusus asesmen pada akhir semester, asesmen ini bersifat pilihan. Jika pendidik merasa masih memerlukan konfirmasi atau informasi tambahan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, maka dapat melakukan asesmen pada akhir semester.

Sebaliknya, jika pendidik merasa bahwa data hasil asesmen yang diperoleh selama 1 semester telah mencukupi, maka tidak perlu melakukan asesmen pada akhir semester. Hal yang perlu ditekankan, untuk asesmen sumatif, pendidik dapat menggunakan teknik dan instrumen yangberagam, tidak hanya berupa tes, namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, dan membuat portofolio).

Merencanakan Asesmen

Apabila pendidik menggunakan modul ajar yang disediakan, maka tidak perlu membuat perencanaan asesmen. Namun, bagi pendidik yang mengembangkan sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran dan/atau modul ajar, perlu merencanakan asesmen formatifyang akan digunakan.

• Rencana asesmen dimulai dengan perumusan tujuan asesmen. Tujuan ini tentu berkaitan erat dengan tujuan pembelajaran.

• Setelah tujuan asesmen dirumuskan, pendidik memilih dan/atau mengembangkan instrumen asesmen sesuai tujuan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih/mengembangkan instrumen, antara lain: karakteristik peserta didik, kesesuaian asesmen dengan rencana/ tujuan pembelajaran dan tujuan asesmen, kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik

Silahkan download Soal SAS di bawah ini:

SOAL SAS PJOK KLS 2

SOAL SUMATIF AKHIR SEMESTER (SAS) SENI TARI KELAS 4 SD/MI

   Link Download Soal SAS di bawah sendiri 

Asesmen Sumatif  

Penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajarandan/atau CP peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP).

Pada pendidikan anak usia dini, asesmen sumatif digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan peserta didik, bukan sebagai hasil evaluasi untuk penentuan kenaikan kelas atau kelulusan. Asesmen sumatif berbentuk laporan hasil belajar yang berisikan laporan pencapaian pembelajaran dan dapat ditambahkan dengan informasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Asesmen sumatif bagi PDBK digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan peserta didik dan bukan untuk menentukan kenaikan kelas atau kelulusan. Kenaikan kelas dan kelulusan PDBK mempertimbangkan usia kronologis. Bentuk laporan hasil belajar berisikan laporan pencapaian pembelajaran pada umumnya dengan dokumen penyerta yang menggambarkan karakteristik dan kebutuhan PDBK serta capaian yang telah diperoleh.

Fungsi asesmen sumatif

• alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasilbelajar peserta didik pada satu atau lebih tujuan pembelajaran di periode tertentu;

• mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan; dan

• menentukan kelanjutan proses belajar peserta didikdi kelas atau pada jenjang berikutnya.

Asesmen sumatif dapat dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada akhir satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan pembelajaran), pada akhir semester dan pada akhir fase. Khusus asesmen pada akhir semester, asesmen ini bersifat pilihan. Jika pendidik merasa masih memerlukan konfirmasi atau informasi tambahan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, maka dapat melakukan asesmen pada akhir semester.

Sebaliknya, jika pendidik merasa bahwa data hasil asesmen yang diperoleh selama 1 semester telah mencukupi, maka tidak perlu melakukan asesmen pada akhir semester. Hal yang perlu ditekankan, untuk asesmen sumatif, pendidik dapat menggunakan teknik dan instrumen yangberagam, tidak hanya berupa tes, namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, dan membuat portofolio).

Merencanakan Asesmen

Apabila pendidik menggunakan modul ajar yang disediakan, maka tidak perlu membuat perencanaan asesmen. Namun, bagi pendidik yang mengembangkan sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran dan/atau modul ajar, perlu merencanakan asesmen formatifyang akan digunakan.

• Rencana asesmen dimulai dengan perumusan tujuan asesmen. Tujuan ini tentu berkaitan erat dengan tujuan pembelajaran.

• Setelah tujuan asesmen dirumuskan, pendidik memilih dan/atau mengembangkan instrumen asesmen sesuai tujuan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih/mengembangkan instrumen, antara lain: karakteristik peserta didik, kesesuaian asesmen dengan rencana/ tujuan pembelajaran dan tujuan asesmen, kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik

Silahkan download Soal SAS di bawah ini:

SOAL SAS SENI TARI KLS 4

DOWNLOAD MODUL P5 TEMA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN, JADWAL, TIME LINE DAN MATERI

      Link download Modul P5 Jadwal Materi di bawah sendiri 

     Kurikulum madrasah mengemban dua tugas besar, yaitu; 1) membekali peserta didik kompetensi dan keterampilan hidup agar bisa menghadapi tantangan di zamannya, dan 2) mewariskan karakter budaya dan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus bangsa agar peran generasi kelak tidak terlepas dari akar budaya, nilai agama dan nilai luhur bangsa.      Untuk menjalankan dua amanat besar tersebut, maka kurikulum harus selalu dinamis berkembang untuk menjawab tuntutan zaman.



      Perubahan akan terus terjadi. Hal yang abadi di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Perubahan ini setidaknya terjadi pada tuntutan dunia global. Dunia modern dan ekonomi global tidak lagi memberikan penghargaan besar terhadap seseorang karena apa yang diketahui, karena teknologi telah menyediakan pengetahuan yang dibutuhkan. Namun dunia modern lebih menghargai seseorang karena apa yang bisa dilakukan dengan pengetahuan itu.
      Dengan demikian, kurikulum madrasah tidak boleh hanya fokus kepada pengetahuan apa yang harus dikuasai peserta didik, namun lebih penting adalah membekali peserta didik kompetensi, keterampilan hidup (life skils), dan cara berpikir-bersikap untuk mengantisipasi dan menyikapi situasi yang selalu berubah itu. Kurikulum merdeka yang akan memandu memberikan pilihanpilihan untuk membentuk karakter, menumbuhkan keberanian berpikir kritis, kreatif dan inovatif harus terus dikembangkan. Di samping itu, nilai-nilai agama sebagai ruh madrasah mesti ditanamkan secara terintegrasi sejalan dengan implementasi kurikulum. Sehingga nilai religiusitas mewarnai cara berpikir,
bersikap dan bertindak warga madrasah dalam menjalankan praksis dan kebijakan pendidikan.
       Kurikulum merdeka memberikan titik tekan fokus kepada peserta didik. Peserta didik menjadi sentral utama penerima manfaat kebijakan kurikulum kita. Pembelajaran berdiferensiasi diimplementasikan dan penilaian autentik konprehensip yang mengakomodir keberagaman kemanusiaan digalakkan. Hasil evaluasi dan penilaian tidak lagi fokus kepada capaian kognitif, tapi harus bias menggambarkan profil kemanusiaan yang mencakup beragam kecerdasan. Dengan perspektif ini, maka peserta didik yang berprestasi bukan lagi tunggal. Semua peserta didik madrasah adalah berprestasi, yakni prestasi dalam bidangnya masing-masing, sesuai bakat, minat dan kecenderungannya. Keberhasilan kurikulum merdeka di madrasah akan diukur sejauh mana kurikulum dapat merubah suasana kelas lebih membahagiakan peserta didik, aktifitas pembelajaran lebih bergairah, secara efektif dan efisien meningkatkan capaian hasil belajar lebih bermakna. Pada gilirannya perubahan suasana kebatinan kelas tersebut dapat membentuk karakter peserta didik, membekali kompetensi dan keterampilan hidup yang dibutuhkan pada kehidupan di zamannya.
       Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5 PPRA) pada Madrasah ini dikembangkan dari Panduan Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Satuan Pendidikan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Madrasah merupakan sekolah umum bercirikhas agama Islam, hal ini berkonsekwensi apa yang diatur dalam panduan Kemendikbudristek diberlakukan juga di madrasah, namun dengan beberapa adaptasi disesuaikan dengan karakteristik, kekhasan, dan kebutuhan madrasah. Nilai-nilai agama Islam diintegrasikan dalam penyusunan kurikulum untuk menumbuhkan jati diri dan kekhasan madrasah. Dengan demikian nilai-nilai agama menjadi warna dalam cara berfikir, bersikap dan bertindak ketika menyikapi situasi pendidikan dengan kebijakan dan praksis pendidikan di madrasah.
      Salah satu kekhasan yang dituangkan dalam panduan ini adalah menambahkan nilai Rahmatan lil Alamin dalam P5. Nilai Rahmatan lil Alamin merupakan prinsip-prinsip sikap dan cara pandang dalam mengamalkan agama agar pola keberagamaan dalam konteks berbangsa dan bernegara berjalan semestinya sehingga kemaslahatan umum tetap terjaga seiring dengan perlindungan kemanusiaan dalam beragama. Projek Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin yang terintegrasi dalam Profil Pelajar Pancasila bermaksud memastikan cara beragama lulusan madrasah bersifat moderat (tawassuá¹­).
       Sebagaimana dipahami, bahwa kurikulum merdeka memberikan otonomi, kebebasan dan keluwesan dalam mengatur praktek pendidikan, namun kebebasan tidak selalu membahagiakan. Kadang justru menimbulkan kebingungan bagaimana implementasinya dan akhirnya tidak melakukan perubahan yang signifikan. Maka, kehadiran panduan ini diharapkan dapat menjawab kebingungan itu untuk mendapatkan inspirasi dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka pada madrasah. Sebagai inspirasi tentu tidak rigid dan kaku. Madrasah diberi keleluasaan untuk melakukan kreasi dan inovasi kurikululum untuk mengakomodir karakteristik, kekhasan, kebutuhan dan visi-misi madrasah. Madrasah didorong berani melakukan kreatifitas dan inovasi tanpa menunggu harus lengkap dan sempurna demi memberikan layanan terbaik kepada peserta didik madrasah.
      Panduan ini adalah dokumen hidup, sebagai dokumen hidup memiliki fleksibilitas, memungkinkan disempurnakan sesuai tuntutan zaman dan implementasinya akan terus berkembang melalui kreatifitas dan inovasi para guru. Oleh karena itu panduan ini akan disempurnakan sesuai kebutuhan.

Download di bawah ini:

Modul P5, Jadwal, Materi, Time Line

Cara Menyusun P5

KKTP KRETERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS 10 SMA/MA

   Link Download KKTP di bawah sendiri

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Indikator ketercapaian tujuan pembelajaran Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dikembangkan pada saat pendidik merencanakan asesmen/penilaian, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran atau Modul Ajar. 

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen

      Ada 4 (empat) cara untuk menetapkan KKTP, yaitu 1) menggunakan Deskripsi Kreteria  2) menggunakan Rubrik,  3) Menggunakan Skala,  4) menggunakan skala interval






Silahkan download KKTP di bawah ini:

KKTP KELAS 2 SD/MI KURIKULUM MERDEKA

  Link Download KKTP di bawah sendiri

  Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Indikator ketercapaian tujuan pembelajaran Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran. 

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen

      Ada 4 (empat) cara untuk menetapkan KKTP, yaitu 1) menggunakan Deskripsi Kreteria  2) menggunakan Rubrik,  3) Menggunakan Skala,  4) menggunakan skala interval






Silahkan download KKTP di bawah ini:

KKTP PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 2 SD/MI KURIKULUM MERDEKA

  Link Download KKTP di bawah sendiri

  Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Indikator ketercapaian tujuan pembelajaran Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran. 

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen

      Ada 4 (empat) cara untuk menetapkan KKTP, yaitu 1) menggunakan Deskripsi Kreteria  2) menggunakan Rubrik,  3) Menggunakan Skala,  4) menggunakan skala interval






Silahkan download KKTP di bawah ini:

KKTP PAI KELAS 2 SD/MI KURIKULUM MERDEKA

  Link Download KKTP di bawah sendiri

  Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Indikator ketercapaian tujuan pembelajaran Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran. 

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen

      Ada 4 (empat) cara untuk menetapkan KKTP, yaitu 1) menggunakan Deskripsi Kreteria  2) menggunakan Rubrik,  3) Menggunakan Skala,  4) menggunakan skala interval






Silahkan download KKTP di bawah ini:

KKTP MATEMATIKA KELAS 2 SD/MI KURIKULUM MERDEKA

  Link Download KKTP di bawah sendiri

  Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Indikator ketercapaian tujuan pembelajaran Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran. 

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen

      Ada 4 (empat) cara untuk menetapkan KKTP, yaitu 1) menggunakan Deskripsi Kreteria  2) menggunakan Rubrik,  3) Menggunakan Skala,  4) menggunakan skala interval






Silahkan download KKTP di bawah ini:

KKTP BAHASA INGGRIS KELAS 2 SD/MI KURIKULUM MERDEKA

  Link Download KKTP di bawah sendiri

  Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Indikator ketercapaian tujuan pembelajaran Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran. 

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen

      Ada 4 (empat) cara untuk menetapkan KKTP, yaitu 1) menggunakan Deskripsi Kreteria  2) menggunakan Rubrik,  3) Menggunakan Skala,  4) menggunakan skala interval






Silahkan download KKTP di bawah ini:

KKTP BAHASA INDONESIA KELAS 2 SD/MI KURIKULUM MERDEKA

  Link Download KKTP di bawah sendiri

  Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Indikator ketercapaian tujuan pembelajaran Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran. 

      Kreteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen

      Ada 4 (empat) cara untuk menetapkan KKTP, yaitu 1) menggunakan Deskripsi Kreteria  2) menggunakan Rubrik,  3) Menggunakan Skala,  4) menggunakan skala interval






Silahkan download KKTP di bawah ini:

MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PPT KURIKULUM MERDEKA SMA/MA

 Dalam proses pembelajaran, pendidik harus memiliki kemampuan memahami perbedaan peserta didik sehingga dapat membantu mereka dalam mengatasi kesulitan belajar. Oleh karena itu, pendidik harus mampu mempersembahkan kualitas pendidikan yang optimal dan menarik agar peserta didik dapat lebih efisien dan efektif dalam belajar. Salah satu caranya dengan menyediakan media pembelajaran

    Diantara media pembelajaran adalah dengan PowerPoint

Pengertian PowerPoint

    Microsoft PowerPoint merupakan sebuah program aplikasi pada Microsoft Office yang digunakan untuk melakukan presentasi dalam bentuk slide, baik dalam presentasi sederhana maupun presentasi kompleks.

    PowerPoint banyak digunakan oleh pebisnis, guru, mahasiswa dan pelajar karena penggunaannya yang tidak rumit serta banyak desain atau template yang akan membuat tampilan presentasi menjadi lebih menarik.

Fungsi dan manfaat PowerPoint

    PowerPoint memiliki fungsi sebagai berikut :

1.     Membuat dan mengatur berbagai slide

2.     Membuat presentasi dalam bentuk menarik karena didukung tampilan template, animasi, video, audio, gambar bahkan gambar 3D

3.     Memudahkan dalam presentasi

Manfaat PowerPoint :

1.     Untuk memudahkan presentator mempresentasikan informasi yang akan disampaikan kepada audiens agar jelas dan mudah dipahami.

2.     Agar presentasi yang akan disampaikan tersusun dengan rapi dari pembuka, inti dan penutup

3.     Materi yang disampaikan berisi point-point penting atau pokok sehingga lebih jelas dan mudah dipahami

4.     Menjadikan presentasi lebih menarik karena didukung gambar, video, audio dan template

Pemanfaatan PowerPoint sebagai media pembelajaran

     Sebagai guru media pembelajaran adalah bagian yang tidak terpisahkan karena media merupakan alat fisik yang digunakan untuk menyampaiakan isi materi pembelajaran. Selain itu media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan dan sarana komunikasi.

    Di dalam pembelajaran media berfungsi untuk menarik minat peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar dengan baik, karena melalui media pembelajaran dapat merangsang pola pembelajaran peserta didik sehingga tujuan  dari proses belajar mengajar dapat tercapai atau mencapai hasil yang diharapkan.

   Namun banyak media yang ada belum dimanfaatkan dengan maksimal seperti PowerPoint. Melalui PowerPoint guru dapat menampilkan video atau gambar yang dapat menunjang penyampaian materi atau bahan ajar
 
Silahkan download Media Pembelajaran di bawah ini: