Showing posts with label KOSP. Show all posts
Showing posts with label KOSP. Show all posts

MODUL AJAR TP ATP PANDUAN PEMBELAJARAN DAN ASESMEN IKM PADA MADRASAH (KEMENAG)

     Kurikulum madrasah mengemban dua amanat besar, yaitu;1) membekali peserta didik kompetensi, sikap dan keterampilan hidup agar bisa menghadapi tantangan di zamannya, dan 2) mewariskan karakter budaya dan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus bangsa agar peran generasi kelak tidak terlepas dari akar budaya, nilai agama dan nilai luhur bangsa. Untuk menjalankan dua amanat besar tersebut, maka kurikulum harus selalu dinamis berkembang untuk menjawab tuntutan zaman.
    Perubahan akan terus terjadi. Hal yang abadi di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Perubahan ini setidaknya terjadi pada tuntutan dunia global. Dunia modern dan ekonomi global tidak lagi memberikanpenghargaan besar terhadap seseorang karena apa yang diketahui, karen teknologi telah menyediakan pengetahuan yang dibutuhkan. Namun dunia modern lebih menghargai seseorang karena apa yang bisa dilakukan dengan pengetahuan itu.


      Dengan demikian, kurikulum Madrasah tidak boleh hanyabfokus kepada pengetahuan apa yang harus dikuasai peserta didik, namun lebih penting adalah membekali peserta didik kompetensi, sikap, keterampilan hidup(life skills), dan cara berpikir-bersikap untuk mengantisipasi dan menyikapi situasi yang selalu berubah. Kurikulum merdeka akan memandu memberikan pilihan-pilihan untuk membentuk karakter,vmenumbuhkan keberanian berpikir kritis, kreatif dan inovatif harus terus dikembangkan. Di samping itu, nilai-nilai agama sebagai ruh madrasah mesti ditanamkan secara terintegrasi sejalan dengan implementasi kurikulum itu sendiri. Sehingga nilai religiusitas mewarnai cara berfikir, bersikapan bertindak seluruh warga madrasah dalam menjalankan praksis dan kebijakan pendidikan.
Guru sebagai garda terdepan dalam mengimplementasikan kurikulum tidak boleh terjebak menjadikan peserta didik sebagai penampung ilmu pengetahuan belaka. Guru mesti fokus kepada pembentukan karakter peserta didik, membekali kompetensi abad-21 dan keterampilan hidup dengan cara yang lebih kreatif sesuai kebutuhan peserta didik di eranya.

Silahkan download dengan klik link di bawah ini:

1. Panduan IKM pada Madrasah

2. Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah / KOSP

3. Panduan Pengembangan P5 dan PPRA

4. Panduan Pembelajaran dan Asesmen

5. Surat Penyampaian Panduan IKM pada Madrasah

6. TP ATP Modul Ajar Akidah Akhlak

7. TP ATP Modul Ajar SKI

8. TP ATP Modul Ajar  Fikih 

9. TP ATP Modul Ajar B.Arab

10TP ATP Modul Ajar Qurdis

11. Cara Menyusun ATP

12. Cara Menyusun Modul Ajar

13. P5PPRA Fase PAUD, Fase A,B,C,D,E,F

Kurikulum Operasional Madrasah (KOM)

DOWNLOAD PERANGKAT SMP KURIKULUM MERDEKA

 Link Download Perangkat & Modul Ajar di bawah sendiri

            KONSEP MODUL AJAR

• Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik.
• Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian
Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran.
• Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang.
• Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.
KOMPONEN MODUL AJAR
1.     INFORMASI UMUM
A.     IDENTITAS
• Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar.
• Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)
• Kelas
• Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang digunakan adalah alokasi waktu sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing)
B.      KOMPETENSI AWAL
Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.
C.      PROFIL PELAJAR PANCASILA
Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila (PPP) dapat tercermin dalam konten dan/atau metode pembelajaran.
Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tidak perlu mencantumkan seluruhnya, namun dapat memilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam modul ajar.
D.     SARANA DAN PRASARANA
Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan, sementara
prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
E.      TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik yang menjadi target yaitu;
• Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
• Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan Bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
• Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.
F.      MODEL PEMBELAJARAN
Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.
 
2.     KOMPONEN INTI
A.     TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk
pemahaman. Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang
digunakan.
Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk: pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.
B.      PEMAHAMAN BERMAKNA
Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh kalimat pemahaman bermakna:
• Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan.
• Makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan habitat.
C.      PERTANYAAN PEMANTIK
Pertanyaan pemantik dibuat oleh guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik. Pertanyaan pemantik memandu siswa untuk memperoleh pemahaman bermakna sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Contohnya pada pembelajaran menulis cerpen, guru dapat mendorong pertanyaan pemantik sebagai berikut:
• Apa yang membuat sebuah cerpen menarik untuk dibaca?
• Jika kamu diminta untuk membuat akhir cerita yang berbeda, apa yang akan kamu usulkan?
D.     KEGIATAN PEMBELAJARAN
Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dituangkan secara konkret, disertakan opsi/pembelajaran alternatif dan langkah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa. Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.
E.      ASESMEN
Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan. Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang ditetapkan.
Jenis asesmen:
• Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)
• Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)
• Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif).
Bentuk asesmen yang bisa dilakukan:
• Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa: observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal.
• Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.)
• Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).
F.      PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.
 
3.      LAMPIRAN
A.     LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik (bukan guru) dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik termasuk peserta didik nonreguler.
B.      BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.
C.      GLOSARIUM
Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.
D.     DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam pengembangan modul ajar. Referensi yang dimaksud adalah semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.)

Berikut link downlod Perangkat SMP:

Prota Promes kls 7

CP ATP MODUL AJAR

MODUL AJAR SMP

MODUL PROYEK SMP (FASE D)

KOSP SMP

SKL SMP

BUKU PELAJARAN SMP

BUKU TEKS SMP/MTs LENGKAP

BERBAGAI PEDOMAN IKM

Cara Menyusun ATP

Cara Menyusun Modul Ajar

Perangkat SMP Semester Genap

ZAMAN KEEMASAN ISLAM

 Link Download KOSP ada di bawah

     Harun Al-Rasyid adalah seorang raja (khalifah yang ke-5) yang paling masyhur pada masa Dinasti Abbasiyah. Pada zamannya merupakan masa puncak kejayaan dinasti Abbasiyah dan juga zaman keemasan kebudayaan dan peradaban islam, karena zaman Abbasiyah disebut The Golden Age.

     Pada masa ini merupakan masa tumbuh dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan sastra serta filsafat. Tokoh-tokoh ilmuwan muslim pun bermunculan beserta karya-karya ilmiahnya. Mereka tidak hanya ilmuwan tingkat lokal, tetapi mereka berkaliber internasional yang juga tidak hanya pada zamannya saja tetapi sampai sekarang pendapat mereka masih diikuti umat islam, dan karyanya pun masih bertebaran di dunia islam bahkan dunia barat sampai sekarang.

     Diantara mereka Imam Abu Hanifah Nu'man bin Tsabit seorang tokoh mujtahid fiqih dengan karyanya fiqhul Akbar. Beliau tokoh pendiri Mazhab Hanafi yang sampai sekarang mazhabnya merupakan salah satu mazhab terbanyak pwngikutnya di seluruh dunia islam. 

     Imam Malik bin Anas Al-Madani adalah tokoh mazhab Maliki, karyanya Al-Muwattha' adalah sebuah karya monumentalnya yang merupakan kitab Hadis tertua yang sampai kepada kita sekarang. Mazhabnya juga termasuk salah satu mazhab terbesar sampai sekarang. Juga Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafii pendiri mazhab Syafii karyanya Al-Umm dan Ar-Risalah, dan Imam Ahmad bin Hambal pendiri mazhab Hambali karyanya yang terkenal Musnad Ahmad. 

      Mereka empat tokoh mazhab adalah termasyhur ahli Fiqih (hukum Islam), walaupun sebetulnya juga ahli hadis dan ilmu yang lain. Selain mereka juga masih banyak ilmuwan islam yang juga kaliber dunia. Di bidang hadis diantaranya penulis Enam Kitab Hadis atau Kutubus Sittah, yaitu Imam Bukhori dengan karyanya Shohih Bukhori, Imam Muslim dengan karyanya Shohih Muslim, Imam Abu Dawud karyanya Sunan Abu Dawud, Imam At-Turmuzi karyanya Sunan At-Turmuzi, Imam Ibnu Majah karyanya Sunan Ibnu Majah dan Imam An-Nasai karyanya Sunan An-Nasa'i.

     Di bidang Tafsir ada Imam Ath-Thobari merupakan seorang mufassir karyanya Al-Jami'ul Bayan, Ibnu Katsir karyanya Tafsir Ibnu Katsir dan lain-lain tokoh ahli tafsir seperti Al-Qurthubi, Az-Zamakhsyari, An-Nasafi, Al-Alusi dll.

     Tokoh di bidang Tauhid/theologi diantaranya Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Manshur Al-Maturidi yang merupakan tokoh pencetus faham Ahlussunnah wal Jama'ah, Washil bin 'Atho' tokoh Mu'tazilah dan lain-lain.

     Bidang filsafat: Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Rusydi, Imam Ghozali, Ibnu Maskawaih dan lain-lain.

     Di bidang Sains: Al-Khawarizmi ahli Astronomi dan Matematika, Al-Bairuni ahli astronomi, Jabir bin Hayyan ahli Kimia, Ibnu Sina ahli Kedokteran dan lain-lain.

Berikut silahkan klik download file KOSP

DOWNLOAD KOSP KURIKULUM MERDEKA

PENGANTAR PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL DI SATUAN PENDIDIKAN

     Kurikulum operasional di satuan pendidikan memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.

     Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (uu Sisdiknas/2003). pemerintah pusat menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum yang menjadi acuan untuk pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan.

     Komponen dalam kurikulum operasional ini disusun untuk membantu proses berpikir dan pengembangan pembelajaran di satuan pendidikan. Dalam pengembangannya, dokumen ini juga merupakan hasil refleksi semua unsur pendidik di satuan pendidikan yang kemudian ditinjau secara berkala guna disesuaikan dengan dinamika perubahan dan kebutuhan peserta didik.

Prinsip pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan

1.     Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. profil pelajar pancasila selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan kurikulum operasional sekolah

2.     Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SlB)

3.     Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami

4.     Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual

5.     Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.


(disadur dari Buku Panduan Pengembangan Kurikulum di Satuan Pendidikan, Balitbang Kemdikbud Ristek)


Klik link di bawah ini:

Link Cara Menyusun ATP

Link Cara Menyusun Modul Ajar


DOWNLOAD MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

      Kurikulum Merdeka yang mulai akan diterapkan pada tahun pelajaran 2022/2023 ini. Kurikulum Merdeka ini merupakan kurikulum dengan berbagai macam model pembelajaran intrakurikuler dimana kontennya lebih optimal, sehingga konsep dan kompetensinya akan dapat dicapai oleh peserta didik dengan memiliki cukup waktu.

     Untuk melaksanakan pembelajaran di kelas, guru harus menyusun Modul Ajar, yang pada kurikulum 2013 dan sebelumnya disebur RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Modul ajar merupakan perangkat ajar yang akan digunakan oleh seorang guru untuk melaksanakan pembelajaran guna mencapai profil pelajar Pancasila.

     Modul Ajar merupakan penjabaran dari ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) yanh dulu disebut Silabus.

BERIKUT TUTORIAL MENYUSUN MODUL AJAR


       Sebelum menyusun modul ajar, terlebih dahulu harus menyusun ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) seperti Silabus pada kurikulum 2013 atau sebelumnya.

         BERIKUT TUTORIAL MENYUSUN ATP


Istilah-islitah pada Kurikulum Merdeka
1. Prota (Program Tahunan) tetap tidak berubah.
2. Promes diganti Prosem ( Program Semester )
3. Silabus diganti ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
4. KI (Kompetensi Inti) diganti CP ( Capaian Pembelajaran)
5. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) diganti Modul Ajar
6. KD (Kompetensi Dasar) diganti TP (Tujuan Pembelajaran)
7. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) diganti KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)
8. IPK (Indikator Pencapaian Kompetensi) diganti IKTP (Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)
9. PH (Penilaian Harian) diganti Sumatif
10. PTS diganti STS (Sumatif Tengah Semester)
11. PAS (Penilaian Akhir Semester) diganti SAS (Sumatif Akhir Semester)
12. Indikator soal diganti dengan Indikator Asesmen

KONSEP MODUL AJAR

• Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik.
• Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian
Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran.
• Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang.
• Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.

KOMPONEN MODUL AJAR
1.
     INFORMASI UMUM
A.
     IDENTITAS
• Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar.
• Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)
• Kelas
• Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang digunakan adalah alokasi waktu sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing)
B.      KOMPETENSI AWAL
Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.
C.      PROFIL PELAJAR PANCASILA
Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila (PPP) dapat tercermin dalam konten dan/atau metode pembelajaran.
Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tidak perlu mencantumkan seluruhnya, namun dapat memilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam modul ajar.
D.     SARANA DAN PRASARANA
Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan, sementara
prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
E.      TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik yang menjadi target yaitu;
• Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
• Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan Bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
• Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.
F.      MODEL PEMBELAJARAN
Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.
 
2.     KOMPONEN INTI
A.
     TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk
pemahaman. Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang
digunakan.
Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk: pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.
B.      PEMAHAMAN BERMAKNA
Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh kalimat pemahaman bermakna:
• Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan.
• Makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan habitat.
C.      PERTANYAAN PEMANTIK
Pertanyaan pemantik dibuat oleh guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik. Pertanyaan pemantik memandu siswa untuk memperoleh pemahaman bermakna sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Contohnya pada pembelajaran menulis cerpen, guru dapat mendorong pertanyaan pemantik sebagai berikut:
• Apa yang membuat sebuah cerpen menarik untuk dibaca?
• Jika kamu diminta untuk membuat akhir cerita yang berbeda, apa yang akan kamu usulkan?
D.     KEGIATAN PEMBELAJARAN
Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dituangkan secara konkret, disertakan opsi/pembelajaran alternatif dan langkah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa. Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.
E.      ASESMEN
Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan. Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang ditetapkan.
Jenis asesmen:
• Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)
• Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)
• Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif).
Bentuk asesmen yang bisa dilakukan:
• Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa: observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal.
• Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.)
• Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).
F.      PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.
 
3.      LAMPIRAN
A.
     LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik (bukan guru) dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik termasuk peserta didik nonreguler.
B.      BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.
C.      GLOSARIUM
Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.
D.     DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam pengembangan modul ajar. Referensi yang dimaksud adalah semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.)

Berikut Link Modul dan Perangkat Kurikulum Merdeka:

- Perangkat Pembelajaran SD/MI Smt Genap

- Perangkat CP TP ATP Modul Prota Prosem KKTP SMA kls 11 SMA/MA IKM

Cara Download file dari SCRIBD

- Download Modul P5PPRA, jadwal, materi

Soal SAS IKM kls 4