Showing posts with label SEJARAH ISLAM. Show all posts
Showing posts with label SEJARAH ISLAM. Show all posts

DOWNLOAD MEDIA PEMBELAJARAN SKI PPT KELAS 9 MTs/SMP

   Media pembelajaran bisa dalam bentuk bermacam-macam, misalnya gambar-gambar, peta, adio, video dan lain-lain. Namun yang lebih simpel dan dapat diisi baik audio, gambar maupun video adalah Powerpoint.

A. Pengertian PowerPoint

    Microsoft PowerPoint merupakan sebuah program aplikasi pada Microsoft Office yang digunakan untuk melakukan presentasi dalam bentuk slide, baik dalam presentasi sederhana maupun presentasi kompleks.

    PowerPoint banyak digunakan oleh pebisnis, guru, mahasiswa dan pelajar karena penggunaannya yang tidak rumit serta banyak desain atau template yang akan membuat tampilan presentasi menjadi lebih menarik.

B. Fungsi dan manfaat PowerPoint

    PowerPoint memiliki fungsi sebagai berikut :
1.  Membuat dan mengatur berbagai slide
2.  Membuat presentasi dalam bentuk menarik karena didukung tampilan template, animasi, video, audio, gambar bahkan gambar 3D
3.  Memudahkan dalam presentasi


C. Manfaat PowerPoint :
1.     Untuk memudahkan presentator mempresentasikan informasi yang akan disampaikan kepada audiens agar jelas dan mudah dipahami.
2.     Agar presentasi yang akan disampaikan tersusun dengan rapi dari pembuka, inti dan penutup
3.     Materi yang disampaikan berisi point-point penting atau pokok sehingga lebih jelas dan mudah dipahami
4.     Menjadikan presentasi lebih menarik karena didukung gambar, video, audio dan template

D. Pemanfaatan PowerPoint sebagai media pembelajaran

     Sebagai guru media pembelajaran adalah bagian yang tidak terpisahkan karena media merupakan alat fisik yang digunakan untuk menyampaiakan isi materi pembelajaran. Selain itu media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan dan sarana komunikasi.

    Di dalam pembelajaran media berfungsi untuk menarik minat peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar dengan baik, karena melalui media pembelajaran dapat merangsang pola pembelajaran peserta didik sehingga tujuan  dari proses belajar mengajar dapat tercapai atau mencapai hasil yang diharapkan.

   Namun banyak media yang ada belum dimanfaatkan dengan maksimal seperti PowerPoint. Melalui PowerPoint guru dapat menampilkan video atau gambar yang dapat menunjang penyampaian materi atau bahan ajar

Silahkan download Media Pembelajaran PPT SKI di bawah ini:

Link Download Media SKI ppt Kls 9

RUKUN IMAN YANG TERBERAT

Link Download Modul Ajar di bawah sendiri

     Gus Baha' atau K.H.Bahauddin Nur Salim, salah satu tokoh muda NU dan santri kinasih dari K.H. Maimun Zubair, menceritakan, bahwa gurunya yaitu Kyai Maimun pernah mengatakan bahwa Iman yang paling berat adalah mengimani Qodlo' dan Qodar, yaitu titah dan ketentuan Allah terhadap nasib seseorang. Apalagi kalau nasib seseorang itu adalah nasib "buruk" (dalam pandangan pada umumnya), seperti orang yg sakit, bahkan sakitnya menjijikkan, atau nasib miskin dll.

     Hanya orang-orang yang shaleh yang bisa menerima qodlo' qodar seperti itu. Seperti kisah berikut ini.

     Dikisahkan bahwa Nabi Musa AS berdoa kepada Allah: "Wahai Tuhanku, pertemukanlah aku dengan para waliMu (kekasihMu)." Lalu tiba-tiba ada suara panggilan keras:" Wahai Musa! Naiklah gunung dan pergilah ke lembah itu, maka kamu akan mengetahui apa yang kau minta."  

     Nabi Musa AS lalu pergi naik gunung dan pergi ke lembah, di sana terdapat padang rumput yang sangat luas. Di sana hanya ada sebuah rumah di bawah tanah, semacam goa. Di dalamnya terdapat seseorang yang sakit kusta, bagaikan sepotong daging yang terbuang. Nabi Musa AS lalu mengucapkan salam: "Keselamatan semoga atas engkau wahai walinya Allah!" Dia lalu menjawab:" Keselamatan juga atas engkau wahai Kalimullah". 

     Nabi Musa AS terkejut, dia ko' tahu bahwa dirinya adalah Musa Kalimullah, lalu Nabi Musa bertanya:" Dari mana engkau mengenaliku?" Dia menjawab: "Sesungguhnya tidak pernah ada orang yang mengunjungiku dalam kondisiku seperti ini, dan beberapa malam lalu aku berdoa minta kapada Allah agar dipertemukan denganmu, dan Allah mengabulkannya." Nabi Musa lalu bertanya:"Siapa yang melayanimu?" Ia menjawab, bahwa anaknya yang selalu melayaninya, mengambil kurma dan mengantarkan kepadanya tiap hari untuk berbuka puasa. Nabi Musa ingin menemuinya, dan diberitahu jalan menuju kepada anaknya tersebut.

      Nabi Musa AS menemuinya, dan ternyata dia adalah seorang anak yang sangat tampan ibarat rembulan. Nabi Musa AS sangat kagum dan bertasbih:"Maha Suci Zat yang telah menciptakan anak ini."  Namun bersamaan itu pula ada seekor binatang buas yang menerkam anak itu hingga tewas. Betapa marah Nabi Musa AS seraya berkata dengan nada protes:" Wahai Tuhanku, seorang wali terbuang dalam keadaan seperti itu, sedangkan sekarang dia tidak ada yang melayaninya lagi."  Lalu Allah mengatakan kepada Nabi Musa: " Pergilah ke rumah ayahnya, lihatlah kesabaran dan kerelaannya!" 

     Nabi Musa AS pun pergi menemui ayahnya dan memberitahukannya tentang anaknya yang telah mati diterkam binatang buas. Anehnya justru ayahnya tertawa gembira seraya menengadakan tangannya ke atas, sambil berkata:" Wahai Tuhanku, Engkau telah memberiku anak yang menyenangkan diriku, aku mengira dia akan hidup lebih lama dariku. Oleh karena itu ambillah aku ke sisih-Mu dalam keadaan bersujud!" Kemudian ia bersujud, lalu ia tidak bergerak lagi dan meninggal. Nabi Musa AS berkata:"Wahai Tuhanku, kekasihMu terbuang di tempat seperti ini dan anaknya terbuang di lembah." Tak lama kemudian turunlah malaikat Jibril untuk memandikan dan merawat serta menguburkan jenazahnya.

Wallahu a'lam bishshowab.

(disadur dari Kitab An-Nawadir)


Download Modul Ajar:

LINK MODUL AJAR PAUD

LINK MODUL AJAR SMK

Link MODUL AJAR SD/MI

Link MODUL AJAR SMP/MTs

Link MODUL AJAR PENDIDIKAN KHUSUS

Link MODUL AJAR SMA/MA

DOWNLOAD RPP SD/MI LURING DAN DARING K13

      RPP singkatan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP adalah sebuah master plan yang harus dibuat atau disusun oleh guru yang akan dipakai sebagai pegangan oleh guru untuk diterapkan di kelas tempat guru mengajar. 

     RPP berisi identitas sekolah, mata pelajaran, kelas, materi/tema, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, kompetensi dasar dan indikatornya, materi ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar , langkah-langkah pembelajaran, penilaian hasil belajar. Itulah 13 komponen RPP yang termaktub dalam Peraturan Meteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 22 tahun 2016.



     Selanjutnya bersamaan dengan motto Merdeka Belajar dan Mengajar yang dilontarkan oleh Mendikbud Nadim Makarim, maka dikeluarkan Surat Edaran Mendikbud nomor 14 tahun 2019, maka RPP disederhanakan menjadi 3 komponen wajib yaitu : 

1. Tujuan Pembelajaran

2. Langkah-langkah Pembelajaran

3. Penilaian Pembelajaran.

Itulah yang dikenal dengan istilah RPP satu Lembar


Silahkan download di bawah ini

RPP SD/MI

LATAR BELAKANG PEMIKIRAN DAN KELOMPOK RADIKAL DALAM SEJARAH ISLAM

Untuk Menuju Link Dokumen unggahan SISPENA di bawah sendiri.



     Baru-baru ini ada sekelompok orang yang melakukan pawai kendaraan bermotor, dengan membawa bendera khilafah. Disamping konvoi, mereka juga menyebarkan brosur yang isinya ajakan untuk mengikuti faham khilafah. Karena ulah mereka itu, entah karena mereka benar-benar faham tentang khilafah itu sendiri atau tidak faham, atau karena hanya ikut-ikutan saja. Apalagi apakah mereka faham betul tentang ajaran islam, bahkan pimpinannya yang akhirnya di tangkap oleh aparat keamanan itu, apakah faham tentang ajaran islam, apakah mereka bisa ijtihad atau istinbath dari sumber hukum islam yaitu Al-Qur'an dan Sunnah, ataukah mereka hanya sekedar memahami Al-Qur'an dan Hadis secara tekstual saja. Atau celakanya lagi  jika mereka membaca dan memahaminya dari terjrmahan Al-Qur'an Hadis.    

     Pemikiran-pemikiran radikal di  dalam sejarah perkembangan islam sudah muncul sejak awal, zaman klasik islam. Yaitu sejak terjadinya konflik politik pada masa pemerintahan khalifah Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a. Sehingga menimbulkan pemikiran golongan Khowarij bahwa "Tidak ada hukum selain Hukum Allah" dan "Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah maka mereka tergolong kafir". 

     Kaum khowarij ini semula adalah para pendukung Ali bin Abi Thalib, kemudian mereka keluar/memisahkan diri dari kelompok Ali. Mereka dipimpin oleh Abdullah bin Abdul Wahab Ar-Rosabi. Dan mungkin perlu dicatat, bahwa pemimpin mereka yang berpikiran dan berpendapat seperti itu, dia tidak dikenal dikalangan umat islam sebagai tokoh intelektual/atau ulama'. Oleh karena itu pemikirannya yang seperti itu tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah, bahkan pemikirannya seperti itu sering tenggelam ditelan zaman, dan baru muncul kembali jika ada kondisi ketidakpuasan politik, atau ada yang memanfaatkan untuk kampanye politik.

     Munculnya pemikiran-pemikiran radikal seperti itu bermula dari adanya kebingungan dan ketidakpuasan sebagian umat islam atas kondisi politik saat itu. Misalnya munculnya golongan Khowarij beserta paham radikalnya adalah disebabkan kebingungan dan ketidakpuasan mereka terhadap kondisi politik, dimana umat islam saat itu terpolarisasi antara kelompok Ali bin Abi Tholib, kelompok Aisyah, kelompok Muawiyah yang mereka saling berhadapan dan bermusuhan. Siapa yang salah dan siapa yang benar, mereka tidak tahu. Sehingga kaum khowarij mengambil jalan pintas (dengan hanya memahami Nash Al-Qur'an secara tekstual) dan menganggap mereka semua salah, karena dianggap sudah melanggar hukum Allah dan keluar dari islam. Karena mereka sudah dianggap keluar dari islam (murtad, bahkan kafir) maka mereka boleh dibunuh. Dan akhirnya mereka mengutus algojo untuk membunuh Ali, Muawiyah dan Amru bin Ash. Namun yang berhasil dibunuh hanya sayyidina Ali r.a.

     Sebelumnya, bibit-bibit konflik politik sudah muncul sejak Nabi Muhammad saw wafat, di mana saat itu mulai terjadi polarisasi antara kelompok Muhajirin dan kelompok Anshor, bahkan sebagian ahli sejarah berpendapat ada kelompok lagi yaitu kelompok ahlul bait (keluarga Nabi saw). Namun bibit konflik tersebut dapat diredam oleh Abu Bakar As Siddiq, karena kebijakan dan kepiawaiannya dalam memimpin umat islam. Abu Bakar memang dikenal mempunyai sikap, sifat dan watak yang sangat mirip dengan Nabi saw. Bahkan Abu Bakar r.a. ketika sakit keras sebelum wafat, beliau menulis surat wasiat tentang calon penggantinya, yaitu Umar bin Khattab. Karena beliau kuatir akan terjadinya konflik politik, sebagaimana yang dulu terjadi di saqifah Bani Saidah setelah Nabi Muhammnad saw wafat. 

     Pada masa khalifah Umar, bibit-bibit konflik politik itu pun masih bisa dikendalikan, karena keadilan, ketegasan dan kecerdasan beliau dalam memimpin umat islam. Namun ketika khalifah Usman memimpin, dimana beliau saat menjadi khalifah juga sudah umur 70 tahun dan sifatnya yang sangat lemah lembut inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh golongan Bani Umayah untuk meraih jabatan politik dan menjarah tanah-tanah negara, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial, ketimpangan sosial yang berujung pada timbulnya demonstrasi di ibu kota, bahkan berakhir dengan kudeta yang mengakibatkan terbunuhnya khalifah Usman bin Affan. Dengan terbunuhnya khalifah Usman, bukan berarti permasalahan sosial politik selesai, justru ini merupakan awal dari munculnya pemikiran-pemikiran yang bermacam-macam, bahkan kelompok-kelompok yang radikal.


Silahkan buka link berikut

Link Dokumen  atau 

Link alternatif

link file di Google Drive


PROSES BERDIRINYA DAULAH ABBASIYAH dan Latihan SOAL - KUIZ melalui situs EDUCANDY

     Daulah Bani Abbasiyah atau Dinasti Abbasiyah, adalah pemerintahan keempat dalam periodesasi sejarah Islam setelah Masa Nabi Muhammad SAW, Masa Khulafaur Rasyidin, Daulah Bani Umayah, kemudian Bani Abbasiyah.

Daulah Abbasiyah didirikan oleh beberapa tokoh dari keturunan Abbas (paman Nabi Muhammad SAW) yaitu : 

1) Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas

2) Ibrohim Al-Imam bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas

3) Abul Abbas (Assafah) Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas

4) Abu Ja'far (Al-Manshur) bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas

5) Abu Muslim Al-Khurasani (orang Khurasan Persia bukan dari keturunan Abbas tapi sebagai propagandis dan panglima yang sangat berjasa dalam proses berdirinya daulah Abbasiyah).

     Gerakan Abbasiyah semula melakukan gerakan bawah tanah (rahasia) dengan menerapkan politik bersahabat dengan pemerintah Bani Umayah di Damaskus sejak masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (khalifah ke 8 Bani Umayyah), gerakan ini dimotori oleh Muhammad bin Ali. Pada masa itu tidak menamakan gerakan Abbasiyah, tetapi menamakan gerakan Bani Hasyim karena untuk mendapatkan simpati dan dukungan yang lebih luas dari semua keturunan Bani Hasyim (ahlul Bait), kaum Alawiyin, dan umat islam.

     Gerakan Abbasiyah ini juga menjadikan 3 kota sebagai pusat kegiatan, yaitu: 

1. Kota Humaimah, sebagai pusat perencanaan/strategi, disinilah domisili dari para keturunan Abbas. Kota ini dekat dengan kota Bamaskus, yang dulunya diberikan oleh pemerintahan Bani Umayah kepada keturunan Abbas sebagai hadiah sekaligus untuk mengawasi gerak-gerik mereka.

2. Kota Kufah, sebagai kota penghubung. Kota ini berada di tengah-tengah antara Humaimah dengan Khurasan. Di kota ini banyak keluarga keturunan Ali bin Abi Tholib yang sangat benci kepada Bani Umayah.

3. Kota Khurasan, merupakan pusat gerakan praktis. Kota ini merupakan kota asal dari Abu Muslim Al-Khurasani. Di Kota inilah Abu Muslim mulai melakukan propaganda dan juga menyusun kekuatan bersenjata melawan pemerintahan Bani Umayyah.



 

BIOGRAFI SHALAHUDDIN AL-AYYUBI


Link Download RPP SMP/MTs di halaman bawah sendiri

Kehidupan Awal Shalahuddin

      Nama lengkap dari Shalahuddin adalah Abul Muzhaffar Yusuf bin Najmuddin Ayyub yang bergelar Sultan al-Malik an-Nashir (Raja Sang Penakluk). Ia lahir pada tahun 1137 M di benteng Tikrit, tempat ayahnya menjabat sebagai komandan wilayah Tikrit. Ia lahir justru ketika ayahnya bersama pasukannya diusir dari Tikrit oleh Menteri Bahruz.  Ini sebagai akibat dari pembunuhan yang dilakukan Syirkuh –paman Shalahuddin- terhadap salah seorang panglima yang bertugas menjaga pintu benteng. Pembunuhan tersebut karena dilatar belakangi oleh tindakan sang panglima yang melakukan pelecehan terhadap seorang wanita
     Najmudin bersama pasukan dan keluarganya lalu pergi ke Mousil, menemui Imaduddin Zangi dan mengabdi kepadanya. Imaduddin menyambut baik kedatangan mereka, karena Najmuddin pernah menyelematkan Imaduddin dari kejaran tentara Bahruz dahulu. Semua rombongan Najmuddin diperbolehkan tinggal di Moushil. Bahkan setelah Imaduddin berhasil menguasai Be'lebek, Imaduddin diangkat menjadi komandan disana. Disanalah masa kecil Shalahuddin ditempah oleh ayahnya. Selain belajar agama, shalahuddin juga belajar teknik beladiri dan perang. Shalahuddin Al Ayyubi menetap di Ba‟albek sekitar sembilan tahun, kemudian pindah ke Damaskus, atas permintaan yang dilancarkan oleh pihak Damaskus Mu‟inuddin Unur yang merupakan lawan dari Imaduddin Zanki. Pada akhirnya, pasca kematian Imaduddin Zanki antara Mu‟inuddin Unur dan keluarga Zanki (Nuruddin Mahmud) menjalin kerja sama, untuk bersatu melawan invasi tentara Salib.
      Ketika menetap di Damaskus, Shalahuddin  mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak seorang penguasa. Ia mendatangi tempat-tempat belajar untuk belajar membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur‟an, Fiqh dan Syair (Sastra), ditambah lagi belajar bahasa dan dasar-dasar ilmu nahwu dari para Ulama. Sehingga tidaklah mengherankan ketika Shalahuddin dewasa dan menjadi seorang pemimpin, dia menggunakan segenap ilmu pengetahuannya untuk mengatur dan menjalankan roda pemerintahan.

Karir Politik Shalahuddin

     Karir politik Shalahuddin dimulai sejak terjadinya konflik di Mesir, antara mentri Syawwer dengan mentri Dirgham. Menteri Dirgham dibantu oleh tentara Salib yang berambisi menguasai Mesir. Oleh karena itu Syawwar meminta bantuan ke Syuriah, kepada Nuruddin Zangi. Lalu diutuslah panglima Asasuddin Syirkuh bersama Shalahuddin pergi ke Mesir dan akhirnya dapat mengalahkan Dirgham yang menjadi lawan politik Syawar, yang telah menjalin kerja sama dengan pasukan Salib yaitu Amuri I Raja Baitul Maqdis (Yerusalem). Namun setelah Syawwar menang, justru Syawer berusaha mengusir pasukan Asasuddin dan Shalahuddin. Mendengar hal tersebut, maka Nuruddin Zangi berniat menyerang Mesir. Ketika itulah Syawwar meminta bantuan kepada tentara Salib. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh pasukan salib, yang akan melindungi Syawar dari pasukan Syirkuh dengan berbagai penebusan atau upeti kepada Pasukan Salib. Sultan Al-Adhid (Khalifah Dinasti Fatimiyah) tidak bisa melakukan apa-apa. Dia kemudian menulis surat kepada Nuruddin Zangi untuk meminta bantuan untuk menghadapi tentara Salib, serta kemelut politik di Mesir.
        Nuruddin Zangi mengabulkan permintaan Al Adhid, pada 1167 M Nuruddin Zangi memerintahkan pasukan Asasuddin dan Shalahuddin kembali ke Mesir. Mendengar kabar pasukan Syirkuh berangkat menuju Mesir, Syawar dengan sigap langsung menghubungi raja Baitul Maqdis Amuri I untuk segera menghadang pasukan Syirkuh ke Mesir. Tetapi, mereka (Pasukan salib) kalah cepat dari pasukan Muslim yang lebih dulu mencapai Mesir, dan menetap di Fustat selama 50 hari.11 Pada akhirnya, kekalahan telah dirasakan oleh kedua pasukan gabungan Syawar-Amuri I pada kali ketiganya dalam konfrontasi melawan pasukan Asasuddin dan Shalahuddin. Kemudian Syawar ditangkap dan dihukum mati.
        Atas keberhasilannya dan jasanya itu, Syirkuh oleh Al-Adhid diangkat sebagai wazir menggantikan Syawar dan diberi gelar ”al Malik al Manshur”. Shalahuddin mendapatkan amanah sebagai pemimpin keamanan wilayah Mesir. Namun hanya 2 bulan Syirkuh sebagai seorang wazir kemudian wafat, lalu Shalahuddin Al Ayyubi ditunjuk langsung oleh Khalifah Al-Adhid untuk menggantikan posisi Syirkuh, Al-Adhid sangat mempercayai Shalahuddin sebagai pengganti Syirkuh mengawal Mesir dari para pemberontak khususnya para petinggi Kekhalifahan Fatimiyah yang tidak setuju dengan pencapaian Shalahuddin Al Ayyubi.
       Pada tahun 1171 M, khalifah Al-Adhid meninggal dunia, dan tidak ada penggantinya dari Dinasti Fatimiyah. Shalahuddin Al Ayyubi yang menjabat sebagai perdana menteri naik tahta, pasca. kematian Al Adhid. Naiknya Shalahuddin Al Ayyubi sebagai penguasa Mesir menggantikan Khalifah Fatimiyah Al Adhid, menjadi momen penting dalam misinya untuk menyatukan Umat Islam. Mesir berada dalam genggaman seorang jendral yang sholeh dan tegas. Hubungannya dengan Nuruddin bertambah baik sampai tidak berfikir untuk memisahkan diri dari monopoli kekuasaan, atau memberontak terhadap pemerintahan Nuruddin Mahmud yang sudah terjalin baik dengan keluarganya.

Download RPP SMP/MTs di bawah ini:



LATAR BELAKANG BERDIRINYA DINASTI AYYUBIYAH DI MESIR

          Daulah Ayyubiyah merupakan sebuah Dinasti Sunni yang berkuasa di di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekah, Hijaz dan Dyar Bakir. Pendiri dinasti ini adalah Salahuddin al Ayyubi, wafat tahun 1193 M. Ia berasal dari suku Kurdi Hadzbani, putra Najamuddin Ayyub, yang menjadi abdi dari putra Zangi bernama Nuruddin. Penamaan Dinasti al-Ayyubiyah dinisbatkan kepada nama kakeknya Ayyub. Dinasti ini mulai dimulai sejak Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi berhasil mendirikan kesultanan yang bermazhab Sunni, menggantikan kesultanan Fathimiyah yang bermazhab Syi’ah di Mesir 
        Daulah Fathimiyah saat dipimpin oleh khalifah terakhinya bernama Khalifah Al-Adid Billah (1160-1171 M) mengalami kemunduran dan kondisi pemerintahan yang lemah. Kondisi ekonomi Mesir mengalami peceklik, adanya penyerbuan tentara salib ke Mesir, dan konflik internal pemerintahan Daulah Fathimiyah. Pada saat Mesir seperti itu, seorang panglima bernama Assaduddin Syirkuh bersama keponakannya Salahuddin Al-Ayyubi ditugaskan oleh gubernur Syiria, Nuruddin Zangi untuk datang ke Mesir dengan tujuan menangani konflik antara menteri Syawwar dengan menteri Dirgham yang melibatkan tentata Salib. Setelah Asasuddin dan Shalahuddin dapat mengalahkan Dirgham, justru kemudian Syawwar beruasaha menyingkirkan Asasuddin dan Shalahuddin, bahkan Syawwar bekerja sama dengan pasukan Salib. Akhirnya terjadilah perjanjian, dan Asasuddin serta pasukannya kembali ke Suriah. Namun terjadi masalah lagi antara pemerintahan Al Adhid dengan pasukan Salib, kemudian minta bantuan lagi ke Suriah. Maka dikirim kembali pasukan Asasuddin dan Shalahuddin, dan berhasil mengusir tentara salib sekaligus menguasai Mesir.
        Rupanya proses ini tidak berjalan mulus, seorang perdana menteri Daulah Fathimiyah bernama Syawwar, telah melakukan persengkongkolan dengan tentara salib. Akhirnya, panglima Assaduddin Syirkuh dan Salahuddin Al-Ayyubi menangkap perdana menteri Syawwar. Kemudian, kedudukan Syawwar digantikan oleh Assaduddin Syirkuh yang kemudian wafat setelah menjabat sebagai perdana menteri selama dua bulan. Salahuddin Al-Ayyubi akhirnya diangkat menjadi perdana menteri menggatikan Assaduddin Syirkuh.


     Setelah itu Khalifah Al-Adid Billah sakit-sakitan yang kemudian wafat tidak ada penggantinya sebagai khalifah. Sementara itu kedudukan Salahuddin Al-Ayyubi semakin kuat karena kebijaksanaannya memimpin dan mengatur pemerintahan, Salahuddin Al-Ayyubi mendapat dukungan penuh dari rakyat Mesir, dan juga Salahuddin Al-Ayyubi dan rakyat Mesir sama-sama memiliki faham Islam yang sama yaitu Sunni. Pada saat wafatnya Khalifah Al-Adid Billah pada 10 Muharram 1171 M, Salahuddin Al-Ayyubi memproklamirkan berdirinya Daulah Ayyubiyah dan berakhirnya pemerintahan Daulah Fathimiyah. Maka sejak itulah tahun 1171 M, Salahuddin berkuasa penuh di Mesir. 
     Shalahuddin kekuasaannya bertambah luas, terutama setelah wafatnya Nuruddin Zangi (penguasa Suriah) pada tahun 1174 M, sementara putra dari Nuruddin Zangi masih kecil. Sehingga wilayah kekuasaannya selain Mesir juga Suriah. Bahkan khalifah Abbasiyah yaitu Almustadli memberikan kepada Shalahuddin wilayah selaian Mesir, Suriah, juga Naubah, Maghrib, Yaman dan Tripoli pada tahun 1175 M.